Sinabung oh Sinabung

landscape-sinabung

Gunung Sinabung, siapa yang tidak mengenalnya. Gunung yang aktivitasnya meningkat beberapa minggu terakhir ini telah mengakibatkan tidak kurang dari 23ribu jiwa mengungsi. Beritanya menjadi headline diberbagai media masa dan elektronik baik dalam maupun luar negri. Aksi solidaritas dalam penggalangan dana untuk pengungsi pun serentak terjadi dibeberapa kota. Inilah kelebihan negara kita, Indonesia. Negara yang masyarakatnya memiliki kepedulian sosial cukup tinggi. 

Gunung Sinabung adalah gunung yang dikelompokan kedalam tipe B, atau gunung yang tidak berbahaya (tidak diamati) karena, tidak memiliki karakteristik letusan magmatik. Gunung Sinabung sudah lama tidak meletus. Dari hasil penelitian arang batuannya, letusan terakhirnya terjadi sekitar 1.200 tahun lalu atau sekitar tahun 800-an (Hendrasto, Badan Geologi Kementerian ESDM, Selasa, 3 Desember 2013, Merdeka (dot) Com). Namun setelah 29, Agustus 2010 status Sinabung berubah menjadi gunung dengan tipe A, karena pada tanggal itu, saat tengah malam, tiba-tiba saja Sinabung meletus. Kejadian itu menjadi peristiwa penting bagi penelitian gunung berapi aktiv dan gunung – gunung tidur di Indonesia

letusan-sinabung

Secara administratif, Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Atau sekitar 80 kilometer dari Medan. Gunung ini memiliki ketinggian 2.460 Mdpl. Letusan pertama yang terjadi setelah 400 tahun berlangsung pada 29, Agustus 2010. tipe letusan saat itu dikategorikan sebagai tipe letusan freatik yang diikuti jatuhan abu vulkanik. Semenjak itu Sinabung terus menunjukan aktivitasnya hingga sekarang. Gunung Sinabung adalah Anak Gunung yang paling besar dan aktif di komplek Gunung Toba raksasa yang pernah meletus luar biasa sekitar 70.000 tahun lalu. Letusan itu telah meninggalkan kaldera terbesar, yaitu kaldera Danau Toba.

Sejarah letusan Gunung Sinabung sendiri terjadi pada 29-30 Agustus 2010, letusan berupa abu yang disertai suara dentuman dengan kolom abu berkisar 1500-2000 meter.  Kemudian pada 3 dan 7 September 2010 letusan abu mencapai tinggi kolom abu yang berkisar 2000-5000 meter. Sejak 15 hingga 25 September terjadi 107 kali letusan abu yang kadang-kadang disertai lontaran pasir-kerikil yang terjauh diradius 5 km dengan aliran awan panas yang memiliki jarak luncur terjauh 1,5 km. 19 November 2013 erupsi abu dengan kolom abu tertinggi 10.000 meter. Dan pada 11, 24, dan 25 November 2013 terjadi erupsi abu yang diikuti awan panas dengan jarak luncur terjauh ke arah lereng tenggara sejauh 1500 meter. Setelah itu 15 September 2013 terjadi lagi erupsi abu yang diikuti lontaran batu pijar di sekitar kawah.  pada 17 dan 18 September terjadi erupsi abu yang mencapai tinggi 3.000 meter, yang diikuti dengan lontaran batu pijar di sekitar kawah. Oktober 2013, pada tanggal 15, 23, 24, 25, 26, 29, 30, dan 31 terjadi erupsi abu, tinggi 700 hingga 5.000 meter. Sebagian erupsi diikuti lontaran batu pijar yang jatuh di sekitar kawah. Pada 1, 3, 4 November 2013 terjadi erupsi abu dengan tinggi 700 hingga 7.000 meter yang tersebar ke arah barat daya-barat, umumnya disertai gemuruh. Sebagian erupsi diikuti lontaran batu pijar yang jatuh di sekitar kawah.  pada 5-14, 17-20, 23 dan 24 terjadi erupsi abu, dengan tinggi 500 hingga 10.000 meter yang tersebar ke arah barat daya-barat, timur-tenggara, umumnya disertai suara gemuruh. Dan hingga sekarang ini, Sinabung masih tidak dapat diprediksi kapan aktivitasnya akan berhenti (normal). aktivitas Sinabung adalah dampak dari proses alami yang terjadi di dapur magma. Selama simpanan magma itu masih ada, selama itu pula gunung tersebut akan beraktivitas.

Apakah mungkin aktivitas Sinabung sebelumnya dipengaruhi oleh Gempa Bumi Aceh yang disertai tsunami pada tanggal 26 Desember 2004, Gempa Nias Maret 2005 dan Juli 2006, Gempa Padang Maret 2007 dan September 2009 serta Gempa Nias Oktober 2009? Jawabanya tidak. Andi Arief, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana dalam siaran persnya pada 30 Agustus 2010, 4 tahun lalu mengatakan, jika tidak ada hubungan langsung Gunung Sinabung dengan jalur gempa Patahan Sumatera. Lokasi gunung ini sekitar puluhan kilometer di Timur Patahan Sumatera seperti yang terlihat di peta.

gunung-sinabung

Indonesia, selain memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah, ternyata juga memiliki potensi bencana alam yang berlimpah. Deretan gunung berapi aktiv dan letak geografisnya yang berada di antara tiga lempeng, Euro-Asia, Pasifik, dan Indo-Australia meningkatkan potensi ancaman bencana alam yang berupa Letusan Gunung, Gempa Bumi dan Tsunami. Ancaman ini diperparah oleh bencana banjir dan longsor yang notabene disebabkan oleh manusia itu sendiri. kesadaran dan kepekaan sosial yang tinggi yang seperti penulis sebutkan ditas tidak sepenuhnya disadari bersama dan di implementasikan terhadap lingkungan (alam). Mari, tidak ada kata terlambat untuk membagun kesadaran akan pentingya menjaga alam, semoga kita, dan saya sendiri khususya  dapat menjaga dan memberikan sesuatu terhadap alam, bukan sebaliknya.

Semoga sodara-sodara kita yang tertimpa musibah banjir di Jakarta dan kota sekitarnya serta korban banjir bandang di Manado dan letusan gunung Sinabung di Sumatra Utara diberi ketabahan, kekuatan dan kesehatan serta semangat untuk menghadapi cobaan yang diberikan oleh-Nya. Dan semoga terjadi harmonisasi antara kita, manusia dan alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s